Langsung ke konten utama

Low Budget Wisata Sejarah Candi Termegah di Jawa Timur

Pagi itu rasanya sangat jenuh berdiam di rumah. Ingin keluar jalan-jalan tapi juga mikir gak ada uang 😂 emang udah jadi masalah ya kalau soal finansial. Tetapi rasa ingin berkunjung ke tempat wisata selalu terngiang. Akhirnya ku beranikan untuk nekat pergi ke luar rumah guna berwisata.

"Mbak, ayoh jalan-jalan", ajakku kepada kakak keponakan yang seusia denganku. Ya, memang sudah menjadi partner ngapain aja. Selain seumuran rumah kita emang deket.

"Kemana ? Kalau ke pantai males ah". Mendengar jawabannya yang males ke pantai, aku berfikir untuk melakukan perjalanan ke wisata bersejarah. Sebelum itu, aku melakukan riset (yaelah riset, bilang aja stalking destinasi wisata) di kabupaten Blitar.

Setelah menelusuri foto-foto destinasi wisata, aku tertarik untuk berkunjung di sebuah situs bersejarah kabupaten Blitar yaitu Candi Penataran. Si mbak setuju dengan ide wisata yang ku canangkan ini dan bersiap untuk berangkat.

Setelah bersiap, aku dan mbak memacu si kuda besi yang selalu siap antar kemanapun pergi. Untuk sampai di tempat, kami menggunakan google maps. Maklum gak hafal ditambah gak tahu jalan.


Di setiap perjalanan yang ditunjukkan maps, kami melewati jalan raya yang kemudian disajikan udara sejuk desa. Kebetulan saat ingin berkunjung ke candi penataran, aku akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di kabupaten Blitar. Aku mendapat tempat KKN di desa Kemloko, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar, sedangkan lokasi candi penataran ada di desa Penataran, kecamatan Nglegok, kabupaten Blitar (siapa tahu emang deket). Jadi, selain ingin berwisata juga sekaligus survei tempat KKN.

Setelah beberapa menit di perjalanan aku melihat petunjuk nama desa tempatku KKN dan teryata emang deket banget dengan situs candi penataran.

Tak lama kemudian aku sampai di tempat. Memang sangat mewah dilihat dan masih ramai dikunjungi orang-orang.

Aku memarkirkan si kuda besi dan memberi ongkos parkir Rp. 5000., murah banget kan 😍 padahal hari libur, barangkali kalau hari biasa bisa dibawah harga itu.

Menjadi shock saat masuk ke situs candi ternyata GRATISSSS. Sajian pemandangan candi dan segala sejarahnya menjadi destinasi wisata yang apik untuk dikunjungi.


Ada yang menarik dan masih menjadi mitos sampai saat ini di candi penataran yaitu kolam kuno yang terletak di belakang candi. Untuk melihat ke kolam kuno tersebut aku harus berjalan menuruni banyak anak tangga (saat naik, kebayang dong capeknya kaki) 🙈

Berdasarkan cerita, di kolam tersebut ada beberapa ikan lele yang berwarna putih. Lele tersebut dianggap keramat karena warnanya yang berbeda pada umumnya. *aneh ya, padahal kan ada istilah albino yaitu kelainan genetik yang bisa dialami binatang maupun manusia. Tapi yang namanya sejarah dan mitos-mitos selalu ada di kehidupan masyarakat kita. Jadi iyain aja deh 🤭


Selain itu mitos yang lain adalah jika seseorang melemparkan koin di kolam tersebut dan terkena lele putih, maka segala keinginan akan dikabulkan. *waah, keren juga kalau aku ingin segera cepat dapat jodoh terus dikabulkan 😄

Wisata candi penataran ini tak kalah dengan tempat-tempat wisata lainnya yang kalau kata anak zaman sekarang instagramable. Spot foto sangat luas dan harus kreatif untuk dapat hasil foto yang bagus.



Setelah puas dengan pemandangan candi penataran, waktunya aku kembali ke rumah 🐣

Komentar

  1. coba main ke sirah kencong, kebun teh daerah blitar . Berangkat agal pagi,view disana bagus,apik . Karena kita suka foto,disana juga menjadi salah satu spot foto yang kece !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke gaes. Lain kali aku pasti ke sana. Untuk sekarang lagi menghargai adanya corona 😂

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisuda Anti Ribet, !

Sudah berapa lama gak update blog ya  😆  sekalinya update udah banyak konten yang bakal di tulis nih  🌈 Btw, tanggal 8 Maret 2022 kemarin aku wisuda Sarjana. Di masa pandemi yang berumur 2 tahun ini, wisudanya gak ada spesial menurut aku. Konsepnya ada 2 Drive Thru dan Zoom Meeting (Online). Ada hal menarik yang ingin aku ceritakan di momen wisuda ini. Seperti pada kampus-kampus lainnya sebelum wisuda ada yang namanya Yudisium. Nah yudisium ini per-fakultas jadi acaranya kayak menyerahkan wisudawan-wisudawati untuk benar-benar di wisuda atau di nyatakan lulus beneran (yaiyalah masa bo’ongan). Di acara tersebut juga merupakan momen dimana pemilihan Lulusan Terbaik dari fakultas. Di sini aku benar-benar berharap mendapat predikat itu  😂  sebenarnya malu juga mau cerita disini tapi gakpapa, bisa buat pelajaran juga buat diri aku sendiri. Namun ternyata yang dapat predikat Lulusan Terbaik itu diborong sama adik tingkat yang lulusnya 3,5 tahun. Awalnya kecewa sama...

Gunung Budheg: Gunung Mini yang Galak Dari Tulungagung

Liburan terbaik bukan soal kemewahan, tetapi soal kebersamaan. Itulah kalimat yang pas untuk awal dari ceritaku kali ini. Sebuah cerita perjalanan bersama kawan-kawan di Gunung Budheg. Gunung Budheg merupakan salah satu gunung yang berada di Tulungagung, tepatnya di desa Tanggung, kecamatan Campurdarat. Gunung dengan ketinggian 585 mdpl ini menyajikan pemandangan indah kota Tulungagung dari atas. Meski tingginya juga gak seberapa, namun tempat wisata ini tetap memiliki daya tarik para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berkunjung. Pada hari dimana aku tetap merasakan kebosanan di rumah dan terpaku di dalam kamar, salah satu kawanku mengirim pesan mengajak bersilaturahmi dengan dinginnya puncak. Dengan semangat aku mengiyakan ajakan tersebut. Hasrat kegiranganku untuk merasakan kembali indahnya malam dari atas gunung mulai membara ketika kawanku sampai rumah. Perjalananku bergabung dengan komunitas Pokok Budal Adventure (ig @pokokbudaladventure). Sebuah komunitas yang anggotanya p...

MENAWAN OH KEDUNG TUMPANG, Tulungagung

Apa kabar kalian ? Dah siap baca ceritaku lagi ? 😄 kali ini aku mau menulis kisah perjalanan travelling yang sangat singkat. Iya, singkat karena emang gak habis pikir aku kesana cuma capek di perjalanan doang. Lah kok bisa ? Simak aja yuk 😉 Okay, aku awali bagaimana drama pertikaian sebelum aku mengarah untuk berangkat ke salah satu tempat wisata di Tulungagung. Hal ini bermula dimana Herla mengajakku untuk bertemu, biasa lah ya bertemu karena rindu. Meskipun rindu juga gak akan berujung kapan finishnya (aduduuuuhh mulai deh ngebucin).  "Emang kita mau kemana ?". Tanyaku. "Kemana enaknya ?". (lah ditanya malah nanya balik). "Ke pantai aja yuk, Kedung Tumpang" Dengan santai aku iyain ajakannya, sebab sudah terlalu lama juga tubuh ini berlayar di pulau kapuk (alias kasur). Mulai dong aku mandi dan bersiap diri buat kencan ke pantai. Setelah berdandan aku menunggu kedatangan Herla. Tak perlu menunggu lama dia pun datang. Emang bisa di...